Arsip

Archive for the ‘Remaja’ Category

Pengaruh zaman dan penyebab hancurnya remaja Islam

Ini adalah hal yang semestinya direnungkan dan dihayati secara serius bagi kita semua khususnya kaum remaja.Di samping itu pula kita tanyakan kepada diri kita masing-masing mengapa hal ini bisa terjadi? zaman sekarang ini adalah zaman yang bisa dikatakan zaman jahiliyah(kebodohan).

Mengapa disebutkan demikian?Jawabannya dapat kita teliti di kehidupan kita saat ini.contohnya : hal Yang benar Disalahkan,hal yang Salah adalah hal yang lumrah bahkan ada yang di benarkan.Dulu berpegangan tangan antara laki-laki dan perempuan adalah dosa.

Sekarang pegangan tangan adalah hal yang biasa,ada yang bergandengan tangan,bahkan ada yang berpelukan didepan umum.Bayangkan,didepan umum saja sudah berani seperti itu,apalagi ditempat sepi….? “Nauzubillah min zaliq”.RPacaranasulullah pernah mengingatkan bahwa lebih baik kepala ditusuk dengan paku besi daripada menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.Nah,kalau sekarang jadinya lebih baik menyentuh wanita yang bukan muhrim dari pada kepala ditusuk dengan paku besi….Benar Bukan..?

Dibawah ini ada beberapa contoh perilaku yang sangat lazim dilakukan remaja sekarang ini yaitu:

 

PACARAN

 

Suka terhadap lawan jenis itu memang hal yang lumrah.Tetapi hal ini banyak disalahpahamkan oleh banyak orang.Dan katanya bahwa pacaran itu amat sangat mengasyikkan.itu merupakan hal yang salah,mengapa demikian?Sebenarnya, pacaran itu adalah senjata terampuh setan saat ini.Dan katanya ini merupakan suatu keunsuran dari Kaum Yahudi.Walau bagaimanapun,pacaran tetap diharamkan didalam Islam.Tidak ada secuil keteranganpun yang mengatakan bahwa pacaran itu tidak diharamkan.Yang haram tetap haram.Tidak ada tuh pacaran gaya islam,mengapa demikian?Karena :

  1. Pacaran Identik dengan berpandang-pandangan,berkhalwat(berdua’an),pegangan tangan,peluk-pelukan bahkan hal-hal yang jauh lebih mengerikan.semuanya ini sudah pastinya melanggar syariat-syariat islam.
  2. Pacaran dapat menghilangkan ketenangan Jiwa.contohnya:sering mengkhayal si doi sehingga semua pekerjaan menjadi terbengkalai,saat makan ingat si doi,saat minum ingat si doi,saat mau tidur ingat si doi,bahkan yang lebih parahnya lagi saat sedang mengerjakan sholat kita masih mengingat si doi.”Nauzubillah min zaliq”
  3. Pacaran bisa mengurangi kecintaan kita kepada Allah dan Rasulnya.

Jadi, pacaran bukannya asyik, pacaran malah full ancaman. Allah Ta’ala memerintahkan menahan pandangan dari lawan jenis, orang pacaran malah saling pandang. Jadinya nggak patuh sama Allah, kan? Belum masalah sentuh-menyentuh, yang kata Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam lebih baik kepala ditusuk paku besi daripada menyentuh wanita non mahram. Kalo menyentuh dah boleh-boleh aja, gimana nggak meningkat ke yang lebih ngeri? Kalo udah gini, siapa nyang rugi? Kalo nggak tobat, bisa aja rugi akhirat. Kalo sampai zina beneran, tentu juga rugi dunia.

PORNOGRAFI

Rasa ingin tahu ditambah besarnya gairah syahwat pada masa remaja membuat banyak remaja (terutama laki-laki) terperosok ke maksiat satu ini. Banyak media yang memuat pornografi. Mulai dari poster, majalah, buku, sampai VCD. Bahkan majalah Playboy yang udah masyhur kepornoannya pun udah masuk ke Indonesia setelah majalah porno lainnya eksis di negeri ini.

Menahan pandangan dari lawan jenis termasuk juga nggak liat hal-hal yang porno semacam ini. Pornografi juga memancing kejahatan seperti pelecehan seksual dan pemerkosaan. Berapa banyak kasus perkosaan berawal dari nonton VCD porno.

Alhamdulillah, nilai-nilai syariat Islam udah mulai ditegakkan di negeri kita. Setelah Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi disahkan, kita nggak aman dari tuntutan hukum dunia dalam masalah ini. Kalo ketauan liat atau bawa barang-barang berbau porno, kamu bisa dipenjara atau kena denda. Selain itu, kamu masih harus menghadapi tuntutan hukum akherat kalo nggak tobat.

ONANI MASTURBASI

Maksiat yang satu ini juga terkenal banget dilakukan oleh para remaja. Sebabnya rata-rata sama, ingin tahu dan besarnya nafsu seksual pada masa remaja. Menurut penelitian, aktivitas ini lebih banyak dilakukan remaja pria (sekitar 90%), namun ada juga remaja perempuan yang melakukannya (30%).

Sebagian orang menganggap melepaskan syahwat dengan onani/ masturbasi merupakan jalan yang lebih selamat daripada berzina. Kadar maksiat mungkin memang lebih rendah dari zina beneran. Tapi bukan berarti onani nggak terlarang. Dalam Islam, melampiaskan nafsu syahwat hanya diperkenankan dilakukan terhadap istri atau suami. Barangsiapa yang mencari pelampiasan selain itu maka mereka termasuk orang yang melampaui batas. Onani jelas termasuk jalan lain, berarti onani termasuk perbuatan melampaui batas.

Jika onani dibolehkan, tentu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam nggak perlu memerintahkan para pemuda yang belum mampu untuk menikah untuk berpuasa. Mereka yang belum mampu menikah tentu tinggal diperintahkan untuk onani. Namun kenyataannya enggak, mereka yang belum mampu menikah diperintahkan untuk berpuasa, tidak diperintahkan untuk onani. Jadi, onani tetap aja terlarang.

MUSIK

Satu hal yang biasanya remaja kurang tahu bahwa hal tersebut juga merupakan maksiat adalah mendengarkan musik. Parahnya, kehidupan remaja saat ini kayaknya nggak bisa lepas dari musik. Konsumen musik terbanyak tetap aja remaja. Buktinya, media cetak remaja, baik yang untuk cewek atau cowok, baik yang majalah atau yang tabloid, semuanya memberikan porsi ruang yang lumayan besar bagi berita musik.

Musik merupakan sesuatu yang haram karena Rasulullah bersabda tentang akan datangnya suatu kaum yang menghalalkannya. Musik merupakan senjata ampuh setan untuk melalaikan manusia dari mendengarkan Al-Quran.

Musik juga merupakan pembuka kemaksiatan lain. Orang yang suka musik mungkin akan sering menghadiri pertunjukan musik. Biasanya di pertunjukan musik, sponsornya adalah rokok. Trus, kalo beli tiket, dapat rokok gratis. Malah jadinya merokok kan? Belum lagi kalo acaranya bertempat di klub malam, pasti mereka jual minuman beralkohol juga. Udah acaranya kelar, acara lanjutannya pasti disko dan dansa bareng. Waduh, waduh,,,jangan sampe dech!

MENCONTEK

Dosa yang ini biasa terjadi di sekolah, terutama saat ulangan atau ujian. Mencontek dilakukan untuk mendapatkan nilai yang bagus. Hakikatnya, mencontek adalah menipu, baik diri sendiri maupun guru.

Hasil yang kamu peroleh mungkin memang seperti yang kamu harapkan. Tapi betulkah demikian kemampuanmu? Ingatlah, pertanggungjawaban nggak cuma didepan guru saja. Di akherat nanti, penipuan yang kamu lakukan tersebut juga harus kamu pertanggungjawabkan. Nah lo!

MEROKOK

“Nggak jantan kalo nggak merokok!”
Remaja pria kalo udah diberi cap seperti ini biasanya keder juga. Lalu, ikut-ikutan lah ia merokok. Padahal, yang jantan adalah yang nggak merokok; sendirian tanpa rokok aja udah berani menghadapi masalah hidup. Kenyataannya, rokok memang bisa menjadi pelarian orang-orang pengecut yang nggak berani menghadapi hidup.

Rokok seluruhnya mengandung racun. Bisa jadi ia malah lebih berbahaya daripada khamr. Alloh melarang kita membinasakan diri kita sendiri. Kalo begitu, menghisap rokok juga diharamkan.

Rokok juga merupakan pintu untuk merasakan hal-hal haram lainnya. Pecandu rokok bisa-bisa tertarik untuk mencampurkan ganja di rokoknya. Ganja mempunyai efek memabukkan, jadi tentu saja ganja adalah barang haram. Kalo udah kenal rokok-dan ganja- nggak lama kemudian para remaja akan mencoba obat-obat penenang. Nggak ketinggalan juga miras. Seringkali pecandu semua itu berawal dari merokok. Busyeeet..!

HAL SIA-SIA

Waktu luang bisa menjadi bumerang. Tentu, kalo kita nggak bisa memanfaatkannya untuk kebaikan. Remaja yang mudah suntuk karena kebelumstabilan emosinya, ditambah beratnya beban pelajaran di sekolah membuat mereka lebih sering memanfaatkan waktu luang untuk bersenang-senang. Masalahnya kebanyakan hal yang senang-senang itu adalah hal yang sia-sia. Contohnya adalah kebiasaan nongkrong, maen game, keluyuran di pusat perbelanjaan, dsb.

Bayangkan, jika waktu luang itu kita gunakan untuk aktifitas yang bermanfaat. Oke, mungkin kamu bosen juga. Kebanyakan remaja pikir aktifitas bermanfaat itu harus yang perlu mikir-mikir berat. Sebenarnya enggak. Asal kamu punya hobi positif maka itu juga aktivitas yang bermanfaat.

Misalnya saja kamu seneng elektronika, maka waktu luangmu bisa kamu gunakan untuk belajar pemrograman, atau bikin situs dakwah, dan lain-lainnya. Paling gampang, waktu luangmu kamu gunakan untuk membaca, menambah ilmu -dan juga sesedikit ilmu yang diberikan di sekolah umum- adalah ilmu agama. Jadi, baca buku agama pas waktu luang sangat pas buatmu

Mengapa hasil yang sangat kontradiktif ini boleh terjadi; antara potensi dan kemampuan generasi muda kita sekarang dengan minimumnya hasil dan produktiviti yang dipersembahkan oleh kebanyakan dari mereka? Mengapa hasil yang sangat kontradiktif ini boleh terjadi; antara sejarah kejayaan umat Islam dengan relitinya sekarang?

Di sini saya ingin mengemukakan beberapa factor penyebab secara ringkas. Dan orang-orang yang ikhlas (untuk melakukannya), perlu merancang strategi jitu dan tepat yang berguna untuk memberikan solusi konkrit terhadap beberapa sebab ini serta hal-hal lain yang berkait.

1. Hilangnya ruh tarbiyyah Islamiyyah (pembinaan diri menjadi muslim sejati) secara utuh dan integral.

Inilah salah satu faktor penyebab utama yang menjadikan posisi generasi muda kita sekarang merosot dan tidak sesuai dengan posisi mereka yang semestinya. Kalau bukan faktor ini, apalah ertinya seorang Zaid Bin Tsabit, Usamah Bin Zaid, Muadz Bin Amr dan Muawwidz bin Afra’?

Islam-lah yang telah mengorbitkan pahlawan dan tokoh besar seperti mereka. Islam jugalah yang telah memancarkan potensi dan kemampuan terpendam yang terdapat di dalam diri mereka. Islam jugalah yang telah mengarahkan berbagai potensi dan kekuatan ini untuk melayani umat serta melakukan perbaikian di muka bumi…

2. Hilangnya teladan dan panutan yang baik.

Generasi muda kita sekarang ini sedang diterpa krisis keteladanan dan panutan yang baik dalam hidup mereka. Pembinaan dengan keteladanan jauh lebih baik daripada pembinaan yang dilakukan dengan ceramah dan tulisan. Tindakan nyata seseorang terhadap seribu orang lebih baik daripada perkataan seribu orang kepada seseorang.

Wahai generasi muda yang beriman! Janganlah sekali-kali kalian berjalan tanpa keinginan dan tanpa memikirkan siapa yang dijadikan panutan dan idola. Karena, teladan dan panutanmu itu tidak saja menentukan posisimu di dunia, namun ia akan lebih banyak mempengaruhi akhiratmu…

3. Frustasi dan kecewa.

Faktor ini adalah sebab yang penting yang menjadikan kondisi sebagian besar pemuda hancur dan berantakan. Dari mereka terdengar hanyalah ucapan, “tidak ada gunanya!”. Padahal, harapan kita kepada Allah sebenarnya tidak boleh pupus dan sirna; bahawa Allah akan menolong dan meninggikan umat ini dan Dia akan mengukuhkan agama yang diredhai untuk umat Islam.

Akan tetapi, generasi muda kita sekarang ini sudah diterpa rasa frustasi yang dalam. Sehingga, mereka tak mau lagi berbuat dan berusaha. Kondisi ruhiyah mereka juga merosot. Penyebabnya adalah realiti umat Islam sekarang ini yang ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri; mulai dari kemerosotan yang merambah ke seluruh garis kehidupan.

Keterpurukan kita di kantung-kantung kaum salib di Syam dan Palestina merupakan peristiwa yang sangat pahit, namun kita bangkit kembali. Sehingga lahirlah pahlawan sekaliber Imaddudin Zanky, Nuruddin Mahmud dan Salahuddin Al-Ayubi. Dan kita kembali menyaksikan kibaran bendera Islam yang meninggi di seantero dunia…

4. Media dan informasi.

Peranan media dan informasi sangat penting sekaligus juga berbahaya. Jika proses tarbiyah merupakan salah satu sayap penting untuk mengubah pemikiran seseorang, maka sayap yang satu lagi adalah media dan informasi.

Ada kelompok yang bergerak menyebarkan fahaman Liberalisme, keruntuhan nilai moral dan akhlak. Ada yang bertugas untuk memperolok dan mencaci maki Islam dan ajarannya. Ada kelompok lain yang memilih jurusan untuk memutarbelitkan fakta sejarah kejayaan umat Islam yang agung. Kelompok lain dengan bangga mempropagandakan bahwa agama Islam adalah agama cintakan kedamaian, dengan penjelasan di dalamnya tidak ada jihad, tak mengenal erti peperangan, tak perlukan kemuliaan. Jika mereka ingin memuji sesosok peribadi muslim, mereka akan mencelanya di sisi yang lain. Ada sekumpulan yang sangat mengagungkan barat serta bangga dengan keistimewaan dan kekuatannya. Di samping itu, mereka menganjurkan kaum muslimin untuk loyal kepadanya dalam bentuk apapun.

Beginilah fenomena yang ada. Banyak sekali kumpulan berita, acara dan informasi yang kita baca, saksikan, serta kita dengarkan muara akhirnya hanya bertujuan untuk menghina Islam dengan menjadikan para pemuda sebagai sasaran utamanya. Selain itu, keberadaannya juga untuk menguburkan setiap symbol yang baik, membangkitkan syahwat, dan menumbuhkan rasa frustasi pada hati umat Islam. Tiada daya dan upaya selain dengan kekuatan Allah!…

 

 

Kategori:Remaja